Minggu, 14 Juni 2015

Malam ini

Ingat punya tujuan besar
Niat mulia
Kemauan kuat
Juga harapan yang mendalam.
InsyaAllah..
Tujuan besar itu..
Niat mulia itu..
Kemauan kuat itu..
Juga harapan itu..
Akan terkabulkan oleh Ilahi..
Entah kapan,
Bagaimana,
Dan juga kapan..
Mungkin memang cara Allah menguji keikhlasan ikhtiar..
Juga kesabaran diri
Allaaaaaahh..
Aku yakin jika memang ini bukan takdir yang engkau harapkan, Engkau telah menyimpan takdir besar dan kehidupan yang lebih indah dari yang kuminta padaMu..
Maaf,
Mungkin memang salahku
Mungkin memang usahaku yang kurang
Mungkin memang keikhlasan ini belum semurni embun pagi
Hanya satu kuminta..
Biarkan jiwa ini tenang dan ridho dengan segala kejutan dariMu..

Pondok Aren, Ahad 14 juni 2015

Minggu, 17 Mei 2015

Doa; benar-benar senjata seorang mukmin

Pernah dengar sebuah perkataan arab الدعاء صلاح المؤمن؟
Hari ini, aku mendapatkan bukti nyata dari hal ini.
Sebenarnya lebih tepatnya dari doa rabithah.
Yaa bukannya aku meragukan kekuatan doa. Tapi aku tidak pernah berharap akan terjadi sesuatu yang mencengangkan akibat doa ini.

Jadi ceritanya aku memiliki seorang saudara.. Aku biasa menyebutnya 'nyan'. Kami telah saling mengenal kurang lebih lima tahun. Awalnya kami sangat dekat dan akrab, namun karena kesibukan masing-masing, timbul jarak di antara kami. Jangankan mengobrol dan berbagi cerita seperti dulu, bertemupun jarang. Terkadang karena segan aku juga jarang menyapa.. Dan hal ini sangat sering kusesali.
Namun akhir-akhir ini aku sering terlibat kegiatan bersama. Disitulah kami mulai mengobrol kembali. Memang, tidak secara langsung. Tapi hal ini sedikit mengejutkan. Kami mengobrol via whatsapp. Awalnya membicarakan urusan organisasi. Tiba-tiba dia bertanya; "eh status wa kamu, aku pernah loh bikin sama persis. Tapi udah lamaa banget. Sampe emotnyapun sama!"
Kemudian aku teringat saat aku pernah membicarakan soal nama impian dengan seorang teman smp nyan. Aku ceritain lagi ke nyan. Dia jadi penasaran. Dan ternyata benar, kami menginginkan nama yang sama!
Subhanallah.. Bahkan aku juga tidak ingat kapan terakhir kali aku membayangkan nyan di rabithah.. Ya Allah.. Rasanya luar biasa.. Suatu kebetulan, yang tak pernah aku bayangkan akan terjadi..

Ya Allah bantu aku agar terus mengingat kebesaranmu..
Agar selalu mengingatmu..

P.S.
Kayanya bukan gaya nulis aku yang biasanya nih, hehe.

Jumat, 15 Mei 2015

Tujuan yang tak jauh

Alhamdulillah beberapa tahun terakhir berlalu dengan damai. Hingga tak terasa saat terakhir di bangku sekolahpun tiba. Senang? Entahlah. Yang jelas, dua belas tahun memelototi papan tulis tidaklah membosankan.
Baru semalam aku kembali dari jakarta, usai menjalani tes lisan untuk LIPIA. Lelah, namun ada satu hal yang sedikit mengganjal. Pertanyaan seseorang. Apa kamu tetap mau daftar mesir?
Oh, please deh. Haruskah dijawab?

Maaf saja ya, tapi pernahkah kalian dengar aku mau masuk LIPIA?
memangnya seseorang tidak boleh mendaftar ke lebih dari satu universitas? memangnya itu bisa disebut merebut kesempatan orang lain?

Maaaaaaaf banget. Aku nggak bermaksud mengambil kesempatan siapapun. Karena menurutku setiap orang punya kesempatan yang sama. Yang berbeda adalah, apakah mereka menyadari apakah mereka sedang dihadapkan dengan kesempatan tersebut. Apakah, ketika telah merasa berhadapan dengan kesempatan tersebut ia segera memanfaatkannya sebaik mungkin atau tidak. Apakah, ia telah bersungguh-sungguh mencari dan mengambil kesempatan itu?

Kalau mau tahu, aku pasti juga ingin mendapatkan apa yang kamu dapatkan. Selalu begitu kan, manusia? Tak pernah merasa puas.

Tak bisakah biarkan aku puas sejenak? Aku senang untuk sementara?

Waah, tak seharusnya aku menulis hal-hal buruk yaa.. Padahal sudah lama tidak menulis :P
Yah, yang terpenting hal ini keluar dari otakku untuk sementara ini :D

Jumat, 28 Februari 2014

mungkin galau?

entah, sekarang ada hal berbeda yang kurasakan.

bingung mungkin. tapi entahlah.
antara hati dan pikiran bertarung.
mau memenangkan akal sehat ataukah hawa nafsu.

yang kuinginkan?
jelas jadi lebih baik.
tapi, segalanya gak gampang.

Allah, tolonglah aku..

Minggu, 06 Oktober 2013

C U R C O L

Siang hari yang terik hari senin.
Puasa.
Lemes.
Mau tepar rasanya..-_-

Jam terakhir, pelajaran TIK. Guru sakit, gak ada penggantinya. Online deh.

Haha, entah kenapa mungkin ini jadi sekali lagi, just share part dua. Habisnya menyebalkan, setiap hari selalu ada 'sesuatu' yang berkait dan terkait juga berkaitan dengan dia. -_-
Aku bingung, dan ini sangat mengganggu. Menyebalkan sekali.
Ngomongin pelajaran Ilmu Tafsir, balik ke dia. Ngomongin Ilmu Hadits, balik lagi ke dia. Ngomongin Aqidah apalagi.. MENYEBALKAN.
Liat jajaran motor guru di depan kantor ekonomi, ingat dia lagi. Liat kaos kaki, ingat itu lagi. Ngetik, itu lagi. Fiuh, menyebalkan.
Entah kenapa nggak bosan-bosan yaa, mengingat dia?

Khilaf banget nih, gara-gara hal itu nilai aku sempat turun, dan diledek oleh anak kelas. -_-
Aku mungkin kurang tegas, ya?

Semalam, aku sempat berbincang sejenak dengan teman sekelas tahun lalu, syifone. Aku kagum sekali dengan dia. Perubahannya subhanallah. Yang dulunya parah banget, sekarang jadi sholihah. Tekadnya, subhanallah. Aku jadi merasa tak pantas, merasa nggak ada apa-apanya. Ngerasa kecil, ya Allah.

Rupanya selama ini aku sudah terlalu sombong.
Selama ini aku terlalu mengentengkan orang lain.
Meremehkan pelajaran.
Meremehkan amanah.
Meremehkan Ibadah.
MeremehkanMu ya Allah..

Kini aku bertekad dan berAzzam. Pokoknya harus bisa. Harus bisa. Harus bisa.
Mungkin sejauh ini, ini dulu ya,
sudah waktunya untuk berhenti mengeluh dan berhenti mencaci.
Just prepare up and keep your spirit up.
Keep your smile and be happy :D

Jaa~ zahida

Kamis, 26 September 2013

Can it still called by beginning?

Aku disini. Kembali disini.

Yeah, kehidupan 'normal'ku sudah mulai berjalan. Bangun sebelum subuh, mandi, qiyamullail, ke masjid, sekolah. Standar, kehidupan di pesantren -_-.
Tapi, entah mengapa ada yang berbeda. Berbeda dari tahunku sebelumnya. Seakan segalanya belum kembali sepeerti seharusnya. Masih ada yang salah. Salah besar..

Selang sebulan, banyak perubahan sejak liburan panjang kemarin. Pelantikan OSHK, of course. Aku nggak kaget waktu dipanggil jadi anak ruhiyah. Biasa banget rasanya, gak ada yang istimewa. Juga waktu duduk di deretan ketiga kelas sebelas program keagamaan. Entah kenapa, antusias yang kuharapkan tidak muncul. Sedih? sangat. Aku berharap hidupku akan jadi menyenangkan, tapi nyatanya aku masih sering mengeluh dan merasa hidup ini tidak berubah. Nyatanya, segalanya telah berubah.
Begitupula, haiku. Sumber masalah dari segala masalah dan sesak yang kurasa.

Terkadang aku sebal juga diciptakan menjadi makhluk yang sangat perasa. Tapi sebenarnya, hal itu justru yang membuat aku banyak bersyukur.
Haha, aneh ya? Mulailah ketidakjelasan yang ada di diriku menguap kembali.

Sebenarnya, aku cuma mau numpang curcol aja. Aku ngerasa dan masih ngerasa belum siap, belum benar, dan belum yang lain. Masih terkena sindrom liburan rupanya..

Aku merasa belum bisa khusyu dalam segalanya. Padahal, segala kegiatan dan program OSHK sudah banyak berjalan. Juga berbagai lainnya. Ulangan harian, acara-acara INSTING, berbagai tetek bengek DARUH, dan yang paling mengganggu, tagihan ujian qur'an 1 juz -_-.

Aku sedang merasa sendiri. Merasa sempit. Yeah, memang bukanlah teman faktor utamanya, dan aku sangat bersyukur kegitan organisasi banyak mengalihkanku dari memikirkan hubungan dengan teman sekamar ataupun sekelas.
Sibuk? Tidak juga.. Justru aku jadi terkadang merasa banyak mengabaikan amanahku. Ampuni aku ya Rabb..
Ini jelas-jelas masalah hati. Mungkin selama ini aku terlalu menjauh dari-Nya..
Ampuni aku ya Rabb..

Aku tahu masalahku bukan lagi soal cinta. Bukan lagi tentang orang lain yang menarik perhatianku akhir-akhir ini. Masalahku di hati, dan itu bisa jadi karena hubungan dengan sang pemilik hati ini yang menjadi sebabnya. Ya Allah.. sekali lagi, ampunilah hamba-Mu yang penuh khilaf ini ya Rabb..

Kembalikan lagi ghiroh juang di jalanMu,
Kembalikan lagi semangat menghafal kalamMu,
Kembalikan lagi semangat melaksanakan ibadah sunnahMu,
Kumohon kembalikan itu semua ya Rabb..

Futur nih. Gak boleh lama-lama. Move on! Harus buruan Move on! spirit zah, Insya Allah, Allah akan selalu membimbingmu.

Keep your spirit up and enjoy your day,
zahida :D

Kamis, 15 Agustus 2013

Beneran yang terakhir :3

Kukira yang semalem yang terakhir. Ehh, ternyata enggak :D

Pokoknya malam sebelum tidur aku sempat chat sama mbak is. Terus tisur. Bangun sebelum adzan. Haha, nggak jadi berangkat jam tiga. Jadinya tetep habis subuh dehh -_-

Yaa perjalanan kaya biasa. Panas, gerah, capek. Tapi nggak tau kenapa aku rasanya excited banget. Beneran deh rasanya girang banget, haha.

Akhirnya sore nyampe juga di hotel ibis. Istirahat bentar, menikmati pemandangan terus mandi dan bersih-bersih.
Terus ganti baju. Go out deh. Sayangnya sepatu roda lagi nggak ada. Lapangannya udah diberesin buat upacara agustusan><
Akhirnya cuma ngiterin alun-alun dengan ketidakjelasan. Terus ke gramed. Yea, hanya begitu saja.

Tau nggak sih, sebenernya diajakin zahidanya ke tempat acara, suruh bantuin gitu. Tapi kok jadi rancu nggak jelas yaa.. lagian zahida nggak tau harus bagaimana nanti bertemu dengan mas m, haha.
Tapi beneran, aku ngerasa girang banget bakal ketemu dia. Juga waktu berangkat, setiap melewati kota yang ada sangkutpautnya dengan dia, pasti zahida mulai heboh tanpa sebab. Mulai dari karanganyar, solo, sampe surakarta. haha.
Malem ini aku nggak mau nulis banyak. Mungkin seperti ini saja.

Entahlah.. tapi aku merasa salah dan dosa belum memberi anak mentorku sesuatu. Maunya sms, tapi buat kata-katanya panjaaaaaaaaannggg banget. Takutnya di sms gak masuk semua lagi -_-.
Lagipula pulsa juga nggak ada.

Udahlah. Bobo wae yee..

Just don't worry, and stay calm :D
Don't be too excited for tomorrow. Just stay cool, girl :D
Jaa~ untuk pertemuan yang mungkin akan agak sedikit panjang. zahida :D