Senin, 05 Oktober 2020

Melatih Kemandirian Anak Day #4

 



Melatih Kemandirian Utsman 10 bulan

  • Temuanku hari ini/target kemandirian yang ingin dilatihkan: melatih kemampuan pinch gasp Utsman.
  • Strong Why: mengejar salah satu ceklis kemampuan anak usia dini, sekaligus memperkaya kemampuan Utsman dalam makan dengan berbagai cara dan berbagai bentuk makanan.
  • Strategi untuk melatih kemandirian: memberi makanan kesukaan dengan ukuran sesuai untuk ‘dicubit’
  • Sukses apa aku hari ini: belum sukses sepenuhnya, tapi lumayaann sudah berusaha keras si anak bayi 💪🏻.
  • Tantanganku hari ini: si bapaakk nggak tega buang-buang makanan hihi karena membiarkan Utsman belajar makan berarti merelakan banyak makanan terbuang 😂.
  • Ingin sukses apa esok hari: masih memantapkan pinch gasp ini.
  • Perasaanku hari ini: seneng doongg akhirnya bisa melatih Utsman pinch gasp ini hihi kebetulan banget lagi ada anggur, dianterin sama tetangga alhamdulillah.
  • Respon ananda: Utsman nampak bekerja keras dan fokus, tapi di akhir dia mulai tidak sabar dan dibuang hehe. Ndak papa ya naak, nanti latihan lagi kita, insya Allah.

Melatih Kemandirian Anak Day #3

 



Melatih Kemandirian Utsman 10 bulan

  • Temuanku hari ini/target kemandirian yang ingin dilatihkan: level 3 dari palmar gasp yaitu makan makanan dengan tekstur yang gampang hancur tanpa dihancurkan.
  • Strong Why: memperkaya kemampuan Utsman dalam makan berbagai tekstur.
  • Strategi untuk melatih kemandirian: diberi ubi dalam keadaan lapar, jadi keinginan untuk makan harapannya akan lebih besar dari keinginan untuk memainkan makanan.
  • Sukses apa aku hari ini: masih belum sukses, begitu diberi, langsung dibenyek. Kebiasaan mungkin ya wkwk.
  • Tantanganku hari ini: masih belum berhasil sounding dan intruksinya hehe.
  • Ingin sukses apa esok hari: mencoba ini lagi atau mencoba latihan pinch gasp karena alhamdulillah sedang ada anggur di rumah, lumayan buat latihan pinch gasp dengan salah satu jenis makanan favorit Utsman.
  • Perasaanku hari ini: biasa sajaa karena memang sudah menduga tidak akan sukses semudah itu 😂.
  • Respon ananda: dia selalu senang bermain dengan tekstur makanan hihi, jadi dia hepi dan bersemangat 😍.

Sabtu, 03 Oktober 2020

Melatih Kemandirian Anak Day #2

 



Melatih Kemandirian Utsman 10 bulan

  • Temuanku hari ini/target kemandirian yang ingin dilatihkan: makan sendiri dengan palmar gasp level 2, yaitu makan makanan yang agak lembek. Biasanya Utsman otomatis meremas/‘mbenyek’, kali ini dicoba dengan sounding agar dia mau makan.
  • Strong Why: melatih indra proprioseptifnya sekaligus melatih makan berbagai tekstur.
  • Strategi untuk melatih kemandirian: mencoba memberi Utsman tekstur pertengahan; tidak sekeras jambu/eggroll/kroket buatanku biasanya, tapi juga tidak se-mblenyek atau selunak ubi kukus. Yaituuu kentang kukus. 
  • Sukses apa aku hari ini: yey, Utsman berhasil makan kentang kukus tanpa meremas dan menggancurkannya.
  • Tantanganku hari ini: karena Utsman masih belum pulih sepenuhnya, jadi aku tidak berharap banyak. Ingat buat mendokumentasi pun tidak. Iseng aja tanpa banyak ekspektasi. Ternyataa dia bisa sesuai harapan. Alhamdulillah. Sebenarnya ini pun tidak instan sih, sebenarnya sudah dilatih sejak lama, tapi dengan ubi, yang ternyata masih terlalu tinggi levelnya untuk Utsman. 
  • Ingin sukses apa esok hari: mau mencoba membiarkan Utsman makan ubi sendiri, alias next level dari palmar gasp ala umminya Utsman 🤣.
  • Perasaanku hari ini: biasa aja sih, masih didominasi khawatir karena si bapaak seperti biasa overreact dengan Utsman yang sakit. Kaya yang awalnya aku tenang, oke semua under my control, tapi doi dengan wajah super khawatir dan seperti putus ada membuyarkan semua kekuatanku hahahahhahaha. Its okay, banyak maklum saja, kami sudah melewati hal yang berat, mungkin aku sudah berhasil self healing tapi dia belum. Maklumi saja sambil terus didukung dan dikuatkan. Insya Allah pak suami akan membaik seiring waktu.
  • Respon ananda: yhaa tidak terperhatikan banget sebenarnya, karena dia dikasih kentang kukus aslinya biar nggak ngerusuh emak paknya sarapan. Tapi dia kelihatan menikmati, meski matanya nampak iri melihat kita makan nasi uduk dan chicken wings hahahahahahajaha. Sehat dulu ya nak, nanti baru ummi kasih nasi uduk lagi 😜.

Selasa, 29 September 2020

Melatih Kemandirian Anak Day#1



Melatih Kemandirian Utsman 10 bulan

  • Temuanku hari ini/target kemandirian yang ingin dilatihkan: melihat usia Utsman yang masih 10 bulan alias masih di bawah setahun, dimana kebutuhan utamanya adalah 'menerima', aku memutuskan untuk melatih kemandirian lewat bagaimana kami sebagai orang tua merespon kebutuhannya, yang kelak menjadi bekal kepercayaan dirinya ketika sudah agak besar, juga sedikit 'task' alias tugas buat si bayik, melihat kesensitifan dan kebutuhannya akan beberapa hal. Kurang lebih ada 4 poin mengenai ini;
  1. Belajar makan sendiri menggunakan tangan (terutama melatih palmar grasp dan pincer grasp nya)
  2. Belajar makan sendiri menggunakan sendok.
  3. Belajar minum sendiri dengan open cup.
  4. Belajar membereskan mainan.
  • Strong Why: sesungguhnya, lebih ke mengacu pada indikator kemampuan sesuai usianya, yang kulihat kurang dan perlu lebih distimulasi adalah keempat hal ini. Terutama dalam masalah makan ya, Utsman pun sudah menunjukkan ketertarikan untuk belajar makan sendiri.
  • Strategi untuk melatih kemandirian: banyak belajar tegaaa ibuknyaa. Dan memberi banyak kesempatan untuk bayik mencoba, memberi fasilitas yang memadai dan pendampingan. Alhamdulillah untuk hari ini sembari menyusun target kemandirian, aku mencoba membuat egg roll untuk memudahkan bayik makan sendiri.
  • Sukses apa aku hari ini: hari ini belum sukses apapun, karena qodarullah si bayik demam tinggi, semoga bisa segera sembuh dan kembali makan dengan lahap yaa anak sholih. Tapi, sempat si bayik coba disuapi pakai egg roll ala ala ternyata dia tidak mau, dan malah mencoba meraih sendiri alias minta makan sendiri! Seneng dong emaknya, eh ternyata dimakan segigit terus dihancurkan guys. It's okay, sudah menyiapkan diri untuk itu. Yang bikin nyesek ituuu, aku menemukan hasil benyekannya yang kusimpan niatnya untuk makan malam, malah ada di bak cuci piring lhooooooo ya Allah sayang banget daging giling mahal loh wkwk. Yaa sudahlah. Pak suami kan berniat baik bantu membereskan kerusuhan hihi.
  • Tantanganku hari ini: karena Utsman sakit sih. Jadi ya memang pusing sendiri, dan tidak menargetkan apapun. 
  • Ingin sukses apa esok hari: mungkin lebih fokus ke 'kita' sih, memenuhi kebutuhan 'nempel'nya si anak yang akan lebih banyak karena sedang sakit. Aku mau lebih happy dan lebih ringan dalam memenuhi panggilan minta gendong dan nenen hahahahahahahaha.
  • Perasaanku hari ini: campur aduk sih ya. Bukan karena tugas atau target. Tapi pure karena si bayik sakit. Bukan itu sih sebenarnya yang lebih jadi pikiran. Lebih ke si bapak, aku bingung harus gimana dan hilang percaya diri karena dia agak apa yaa stres gitu lah tiap Utsman sakit. Parah deh. PR sihh sepertinya butuh bantuan profesional, karena aku tahu trauma tidak mudah untuk dihilangkan, tapi di sisi lain, life must go on, dia nggak bisa seperti ini terus-menerus.
  • Respon ananda: entahlah wkwk. Namanya anak sakit atuhlah ya gitu, tapi dia semangat pas diberi kesempatan makan sendiri.

Kamis, 24 September 2020

Pantulan Warna Tantangan 1: Komunikasi Produktif

Tantangan pertama ini memantulkan berbagai warna yang bermacam-macam. Karena ragamnya itu, ternyata, bisa nampak indahh di akhirnya. Meski sebenarnya sekarang banget pas nulis ini, hati sedang berkecamuk karena gagal doong komprod hari ini hahahahahahahahahaha.

Tapi, yang jelas, melewati tantangan ini membuatku belajar dan sadar akan banyak hal. Sadar bahwa ternyata aku sudah paham dan mengerti semua konsep komprod, tapi lho ternyata kok nggak setiap hari diterapkan. Ada beberapa poin yang ternyata sudah mampu dan biasa kulakukan, aku pun bisa memberi apresiasi diri. Cumaa di satu sisi, aku menyayangkan pak suami yang masih belum benar-benar ingin bekerja sama. Biarlah, kalau kata para Kakawi, tunjukkan dengan perubahan sikap. Beraattt pastiii. Tapi insya Allah pasti bisa.

Bagian terpenting menurutku adalah intropeksi diri alias muhasabah, ternyata aku kurang di sini, di situ. Jadinya aku bisa mengoreksi dan memperbaikinya. Itulah gunanya kita belajar, bukan? Agar menjadi pribadi yang lebih bermanfaat, lebih baik, untuk diri sendiri, suami, anak-anak, dan semua orang di sekitar.

Semogaa petualangan dan tantangan ke depan bisa dijalani dengan lebih baik, semangat aku!!

Minggu, 13 September 2020

Komunikasi Produktif Day 11

1. Temuanku hari ini: qodarullah, pak suami kurang enak badan hari ini. Sebenarnya sejak hari sabtu sih, tapi puncaknya sepertinya hari ini. Batuk pilek gitu. Padahal, rencananya hari selasa kami mau city tour tipis-tipis. Sebenarnya nggak jalan-jalan nggak papa sih. Aku biasa aja. Sebenarnya aku lebih khawatir kalau pak suami bukan flu biasa, namanya juga lagi pandemi kan, gimana yaa. Begitulah. Takut, khawatir. Apalagi namanya bapak-bapak tuh, udah mana suka keluar rumah, nanti main di rumah tetangga rumahnya para bujang tuh lamaa banget. Pasti dong buka masker. Aku nggak percaya kalau doi berjam-jam main kesana nggak buka masker sama sekali. Beneran aku takut. Sampai apa yaa terbayang yang buruk-buruk naudzubillah. Semoga Allah selalu menjaga kami semua. Aamiinnn.

2. Tantangan yang kuhadapi hari ini: takut, khawatir, nggak percaya diri.

3. Poin komunikasi produktif hari ini: self talk, self confidence, husnudzon billah. Lebih ke menguatkan diri bahwa everything will gonna be okay.

4. Solusi yang berhasil dilakukan: karena bahan makanan habis banget, yaudah aku izin pergi belanja dan mampir beli baju buat Utsman wkwk untuk self healing, dan memang si bayik lagi ada jatah beli celana bulan ini. Biasanya selalu pak suami yang belanja. Karena keadaannya tidak memungkinkan, dan aku butuh refreshing sejenak sekaligus menenangkan diri, cuss deh.

5. Bintangku hari ini: 🌟🌟🌟 (sebenarnya aku berhasil, tapi yaa namanya rasa takut dan khawatir tetap ada)

6. Rencanaku esok hari: sepertinya sudah agak lama nggak evaluasi komunikasi dengan si bayik hehe. Mungkin besok evaluasi sepanjang 11 hari terakhir, dan menggarisbawahi poin yang perlu dikuatkan dalam komunikasi dengan anak.

Komunikasi Produktif Day 10

1. Temuanku hari ini: mumpung si bayi tidur, quality time sama bapaknya. Kami mengobrol tentang banyak hal, terutama masa depan, juga usaha yang mau dijalankan bulan ini. Selipkan sedikit tentang bahasa cinta wkwk.

2. Tantangan yang kuhadapi hari ini: doi denial tentang bahasa cinta, biasa lah bapak-bapak sudah tahu tapi kalo diingatkan denial. 

3. Poin komunikasi produktif hari ini: clear and clarify.

4. Solusi yang berhasil dilakukan: biasanya, kekuranganku itu lupa tentang rasa hormat pada pak suami, mentang-mentang sudah akrab ya kan. Nah, ternyataa setelah ditekan niat usil dan berusaha bicara dengan sopan, ternyata diterima dengan lapang dada oleh pak suami. Awalnya denial gitu sih, dan biasanya sudah selesai mentok disitu karena akunya sebel duluan. Ternyataa cuma butuh sabar dikit hehe.

5. Bintangku hari ini: 🌟🌟🌟🌟🌟 (susyahhh tapi dapat bintang 5 karena berhasil melewatinya hihiiyy)

6. Rencanaku esok hari: memantapkan komprod dengan pak suami.